ESDM PROVINSI BENGKULU LAKUKAN PEMANTAUAN PERKEMBANG PLTP HULULAIS 2 X 55 MW

ESDM – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu lakukan pemantauan perkembang proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais 2 x 55 MW, hululais merupakan salah satu potensi panas bumi yang berada ini Wilayah Kerja Panas Bumi Hululais, pada Wilaya Kerja Panas Bumi Huluais terdapat 3 (tiga) potensi panas bumi yang dapat dikembangkan yaitu huluais, tambang sawah dan bukit daun. Wilayah Kerja Panas Bumi hululais di kembangkan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE), dengan skema pengoperasian Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) dimana PGE memasok panas bumi ke PLTP yang dibangun PLN.
PLTP Hululais termasuk dalam program percepatan pembangunan ketenagalistrikan (fast track program/ FTP) 10.000 MW tahap II sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 40 tahun 2014 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri ESDM nomor 15 tahun 2010 tentang Daftar Proyek – Proyek Percepatan Pembangunan Tenaga Listrik yang menggunakan Energi Terbarukan, Batubara dan Gas serta Transmisi terkait.
Dari pemantauan perkembang proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Hululais 2 x 55 MW yang disampaikan oleh perwakilan dari PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) diketahui bahwa PT. PGE telah menyelesaikan Progres perizinan, pembebasan lahan dan insfrastruktur panas bumi pada 10 cluster telah selesai 100%, PT. PGE sudah menyelesaikan pemboran 24 sumur, yaitu 8 sumur injeksi 9 sumur produksi dan 7 sumur kontrol, PT. PGE juga sudah melakukan uji produksi pada sumur-sumur tersebut dan didapatkan dihasilkan ketersedian uap di kepala sumur sebesar 110,5 MW dan kapasitas injeksi 3556 t/j, Selanjut PT. PGE pada bulan Juni akan melakukan Front End Engineering Design (FEED) atau pembuatan desain pemipaan, PT. PGE juga telah menunjuk konsultas dalam melakukan FEED dan ditargetkan proses ini akan selesai pada tahun 2021 dilanjutkan dengan proses pembangunan Fluid Collection and Reinjection System (FCRS) / pembangunan jalur pipa, proses ini akan disesuaikan dengan rencana pembangunan pembangkit dan transmisi sehingga nantinya akan selesai bersamaan.
Pada saat pemantauan Kepala Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu, Ir. H. Ahyan Endu, juga menyampaikan agar ketika beroperasi nanti PT. PGE dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar salah satunya program beasiswa bagi siswa berprestasi sampai pada tahap sarjana, sehingga keberadaan PLTP nanti nya mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas. (YF)